Rabu, 29 Juni 2011

Metode Pembelajaran Membaca dan Menulis Tingkat Sekolah Dasar (SD)


Membaca adalah semacam latihan  dan keprigelan yang dilakukan secara terus-menerus, konsisten dan memerlukan disiplin yang tinggi dalam mengetahui huruf demi huruf, kata demi kata ataupun kalimat serta paragraf.

Tujuan dari pembelajaran Bahasa Indonesia permulaan adalah agar siswa dapat membaca dan menulis kata-kata dan kalimat sedehana secara lancar dan tepat. Pengajaran Bahasa Indonesia dapat diberikan kepada siswa kelas I dengan berbagai metode, antara lain :

1.      Metode abjad atau alphabet.                                                                                                                         
Adalah metode pengajaran yang memulai pengajarannya dengan memperkenalkan haruf yang harus dihafalkan dengan lafal yang sesuai dengan bunyinya dalam abjad.
Contoh : huruf /b/ dilafalkan (be)

2.      Metode kata dan suku kata.                                                                                                                          
Adalah metode yang memulai pengajaran membaca dengan menyajikan dahulu beberapa suku kata dengan menggunakan huruf sambung. Suku kata dikupas menjadi huruf-huruf yang kemudian huruf  tersebut dirangkai menjadi suku kata kembali.
Contoh :          i-ni dibaca ini
Su-si dibaca susi
Kemudian dirangkai lagi menjadi ini susi.

3.      Metode Kalimat                                                                                                                                            
Metode ini disebut metode global karena mula-mula yang disajikan kepada murid adalah beberapa kalimat secara global.
Caranya adalah sebagai berikut :
  1. a)      Guru menyajikan beberapa kalimat.
  2. b)      Setelah siswa dapat membaca beberapa kalimat, ambilah sebuah kalimat untuk diuraikan menjadi kata.
  3. c)      Kata diuraikan menjadi suku kata.
  4. d)     Suku diuraikan menjadi huruf.
Metode ini memiliki proses menganalisis, artinya huruf-huruf yang telah terurai tersebut dirangkaikan lagi. menjadi suku kata.
Contoh :                                        ini mama
ini                         mama
i-ni                                           ma-ma
i-n-i                                          m-a-m-a

4.      Metode SAS
Adalah suatu metode yang memulai pengajaran dengan meanampilkan struktur kalimat secara utuh dahulu, lalu kalimat itu dianalisis dan dikembalikan pada bentuk semula.
Contoh:                                   ini nani
ini                    nani
ini                                            nani
ini                                                                    nani
ini                                            nani
ini                    nani
ini nani

Beberapa kebaikan dari metode SAS adalah :
  • Metode ini sejalan dengan prinsip linguistik (ilmu bahasa) yang memandang satuan bahasa terkecil yang bermakna dalam komunikasi adalah kalimat.
  • Metode ini memperhitungkangkan pengalaman berbahasa anak.
  • Metode ini sesuai dengan prisnsip menemukan sendiri yaitu anak mengenal dan memaknai sesuatu berdasarkan hasil temuannya sendiri.
Langkah-langkah pengajaran dari metode SAS adalah :
a.       Guru bercerita atau tanya jawab dengan siswa (disertai gambar).
b.      Membaca beberapa gambar.
c.       Membaca beberapa kalimat.
d.      Memebaca beberapa kalimat dengan gambar.
e.       Menganailasis sebuah kalimat menjadi kata
f.       Menguraikan kata menjadi suku kata.
g.      Menguraikan suku kata menjadi huruf.
h.      Menggabungkan huruf menjadi suku kata.
i.        Menggabungkan suku kata menjadi kata.
j.        Menggabungkan kata menjadi kalimat.
Jadi untuk melatih siswa dalam membaca dan menulis silahkan pilih metode yang paling mudah untuk siswa saya sangat menyarankan menggunakan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) karena kemudahan yang ada dalam metode ini.
(agusrahmata@gmail.com) 

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Kritik dan Saran Anda Tuliskan Pada Formulir Komentar di Bawah Ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More